Palangka Raya,(Kalteng)- Yayasan Borneo Orangutan Surviver (BOS) Nyaru Menteng kembali menerima orangutan yang berumur sekitar 3 bulan dari warga masyarakat Desa Madara Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan yang diduga akibat dari pembukaan lahan.
" waktu itu kita kebetulan mancing sama teman-teman di desa madara, terus kita diserahkan orangutan oleh masarakat disana, lalu kita bawa kesini menggunakan mobil" ujar Daila Mianus salah satu warga Junjung Buih saat diwawancara menaranews.
Kepala PLT Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yusuf Trismanto membenarkan pihaknya sudah menerima orangutan dari warga masyarakat.
" selama bulan agustus ini, kita sudah menerima sebanyak 6 orang utan yang diserahkan oleh masyarakat yang diakibatakan habitatnya terganggu." ujar Yusuf Trismanto PLT BKSDA Provinsi Kalteng Senin (1/9/2014) seusai, meyerahkan orangutan tersebut ke Yayasan BOS.
Ditanya perihal ada kemungkinan habitannya terancam atau populasi satwa tersebut terancam punah akibat pembukaan lahan, dirinya mengatakan ikut prihatin atas kejadian yang menimpa satwa yang dilindungi tersebut.
" untuk populasi, masih banyak namun kita akan selalu antisipasi kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali, dan kita akan berusaha untuk meminimalisasikan sehingga habitatnya tetap terjaga" jelas Yusuf menambahkan.
Dilain sisi Koordinator Divisi Komunikasi BOS Nyaru Menteng Monterado Fridman saat diwawancara membenarkan bahwa saat ini pihaknya telah menerima 6 orangutan yang diakibatkan oleh pembukaan lahan.
" ini yang ke enam kalinya kita menerima orangutan dari masyarakat. Sebelumnya kita juga menerima 2 orangutan dari wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, 1 orangutan di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, 1 dari desa danau tundai Kota Palangka Raya, 1 daerah Katunen di wilayah Tangkiling dan yang terakhir di sini desa madara kota palangka raya." jelas Fridman.
Firman mengaku,orangutan yang diterima kali ini adalah jenis orangutan yang sangat muda dan tergolong masih bayi. Hal itu disebabkan, 5 orangutan yang diterima sebelumnya rata-rata berumur dibawah tiga tahun.
" mudah-mudahan orangutan yang kita terima ini bisa bertahan karena ini masih berumur 3 bulan dan terdapat luka di bagian kaki kiri dan tangan kirinya sementara untuk 5 orangutan yang kita terima dalam kondisi bagus, dan sudah menunjukan progresnya sudah bisa bermain dengan teman-temannya" tutur Fridman lebih jauh.
Yayasan BOS beserta BKSDA sangat menyayangkan pembukaan-pembukaan lahan dari masyarakat dengan cara membakar hutan. Pihaknya juga berpesan ke pada pemerintah terkait agar bisa lebih tanggap dan lebih perketat lagi penjagaan tempat dimana habitat padat orangutan. "desa madara ini menurut data kami adalah desa padat populasi orangutan" pungkasnya.(arli)
No comments:
Post a Comment