Palangka Raya.(Kalteng)- lebih kurang 125 Kepala Keluarga dan 50 rumah di Jl. Kalimantan Gng.warga Kota Palangka Raya terpaksa kehilangan tempat tinggal setelah habis dilahap si jago merah.
Tidak hanya rumah yang habis terbakar, namun tempat ibadah dan kantor pusanteren Hidayahtulah yang berada di tempat kejadian tidak luput dari sasaran kobaran api.
Kabit Humas Polsek Pahandit Ipda Api diduga berasal dari salah satu barak tiga pintu milik warga yakni Bapak Hulis yang berada di RT 4 RW 14. Namun sampai saat ini awak media masih belum mendapatkan data, api berasal dari sumber arus listrik, atau kompor meledak.
" kita belum tau api berasal dari mana, namun saat di wawancara RTnya Jaskulis saat kebakaran dirinya lagi nontot TV, kalau konseleting mungkin listrik langsung mati" tukas salah satu anggota Polsek Pahandut Syarifudin di wawancara di tempat kejadian Rabu (17/9/2014)
Berdasarkan pantauan media dilapangan, terdapat salah satu warga yakni Fansyah yang menjadi korban sempat terkena api di bagian tangan kanan dan kaki kanan saat mencoba mengamankan barang dan mencoba menyelamatkan ibunya dan korban langsung dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara.
Hal tersebut disampaikan oleh Kakak kandungnya Ali Arbani saat diwawancara di tempat kejadian. " lukanya di bagian tangan dan kaki, ada sedikit di luka di telinga tapi sudah di oleh dengan pasta gigi buat obat sementara" tutur Ali.
Sampai saat ini pihak kepolisian masih melakukan penelusuran di tempat kejadian. Untuk sementara kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksirkan mencapai Ratusan Juta Rupiah.
" kita masih belum bisa menentukan berapa kerugian yang ditimbulkan secara pasti karena belum dihitung namun diperkirakan mencapai ratusan juta. yang pastinya ada 50 rumah yang hangus terbakar " lanjut Syarifudin.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga sekitar, api terlihat sekitar pukul 10:30 wib, dan api berhasil di padamkan oleh petugas Pemadam Kebakaran Kota maupun provinsi dibantu dengan Water Kanen dan Water Bomber selama lebih kurang 2 jam lamanya sekitar pukul 12:00 wib. (Arli)
No comments:
Post a Comment